Tampilkan postingan dengan label ProsaGila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ProsaGila. Tampilkan semua postingan

Aku Meneriakkan Namamu di Sana, Sayang...!!!

hari ini masih bisa kurasakan...

di tengah keramaian,
suara gemercik air yang mengalir
desir angin yang menerpa
benderang cahaya mentari yang menyilaukan mata

namun, hati yang menentang dan tak ingin mati rasa...

aku kemudian berlari mencari
air yang tenang dan menenangkan
angin yang sejuk dan menenangkan
matahari yang hangat dan menenangkan

dan aku tetap menanti hatinya menjadi peka

hari ini, aku pergi...
meraihnya dari dunia yang tak pernah sama
dunia tempatku ingin meneriakkan segala kerinduan padanya

Mahameru, aku menujumu untuk pelarianku...

Dialah Dia untuk Dia

jika ingin tahu tentang dia, inilah tentang dia yang pernah dan masih akan selalu merasa jika dia selalu ada untuk dia.
inilah tentang dia yang tak pernah menjalani hidupnya dengan baik ketika dia berada dan semakin lama menemukan dirinya semakin jauh dari dia.

dia yang tak pernah mau tahu, dia yang tak pernah ingin ataupun berusaha peduli sampai dimana batas tubuhnya bisa menahan racun yang dihirup dan diminumnya masuk dengan cepat dan perlahan-lahan bisa merenggutnya.
yang dia tahu saat itu hanylah hal hal yang bisa dimanfaatkan untuk membunuh waktu saat dia memilih tetap untuk dia yang tahu dirinya tak bisa untuk dia.
inilah tentang dia yang menjalani beratnya hidup baginya saat ini ketika dia sadar dia takkan pernah bisa bersama dia.
nyatanya dia saat ini adalah dia yang hanya bisa memikirkan, dan terjebak pada sebuah masa di 6 bulan yang lalu saat dia telah menemukan waktu yang terbaik yang pernah dijalaninya.
disaat itulah dia bercerita padaku dia pernah merasakan lepasnya semua beban yang selama ini telah dan selalu memberatkan hidupnya.
saat-saat dia selalu merasa memiliki tempat dimana dia bisa berteduh dan tersenyum di bawah panas ataupun hujan.
saat-saat dia takkan lagi pernah merasakan nanar yang dia simpan pada masa lalunya.
dia yang tak pernah lagi takut menantang malam ketika pagi tak menginginkan dia dan lebih menginginkan dia.

namun saat ini dia hanyalah dia yang berusaha untuk selalu bisa tersenyum dalam mimpinya menginginkan dia.
saat inilah kaupun tahu dia adalah dia dan dialah dia untuk dia yang menjadi anugerah dalam setiap nafas hidupnya.
dia benar benar meyakini jalan yang telah dipilihnya.

dia yang menyadari ternyata dia tak bisa lagi membuat dia tersenyum dan tertawa lepas lagi dan selalu menunggu dia akan berdiri di depannya dan berkata,'aku membutuhkanmu dalam sepiku...'

*saat itu aku duduk dengan mata yang 5 watt, ngantuk dan bosan mendengarkan sisi hitamku yang duduk pula di depanku bercerita tentang dirinya

Belajar Berjalan

"Mengalir begitu saja, yang terbersit yang akan tertuang..."

6 bulan lalu adalah masa yang telah mengantarkanku ke sisi lain duniaku di saat ini. Banyak yang berubah, banyak hal yang tak pernah disadari oleh siapapun. Perubahan yang seharusnya terjadi adalah tentang sesuatu yang semestinya bergerak maju, membawaku kepada sebuah perubahan yang bernilai positif. Akan tetapi, semua berjalan ke arah sebaliknya, ke arah yang sulit untuk diterima oleh diriku sendiri.

"Sempurnalah hidup seorang manusia jika pernah merasakan dirinya berada di titik teratas dan juga pernah terjatuh ke titik terbawah dalam hidupnya..."

Ketika ada yang berkata dan mengalami hal seperti itu, aku bisa menyimpulkan dia adalah orang yang bijak yang dengan positif menerima keadaannya. Akupun bisa menyebutnya sebagai orang yang mencari sebuah pembelaan ketika dirinya tak menemukan sebuah jalan keluar. Dan aku berada di opsi kedua dari opiniku. Aku tak bisa mencari sebuah pembenaran, dan mencari-cari sebuah kesalahan.

TerlaluBanyakPilihan

Seperti apakah hidup yang sebenarnya?
Yang harus kita jalani tentunya tidaklah mudah, seperti saat melihat semua yang berwarna menjadi monokrom total...
Tak bisa kubedakan
Tak bisa kumelihatnya lebih jelas untuk menetukan satu saja pilihan...
Tapi, jika ada sebuah kesempatan
Dialah....




Payung yang menaungiku dari panas
Payung yang takkan merelakan ku berdiri, basah di bawah hujan ini...

Copyright © 2011 - Teh Manis - is proudly powered by Blogger
My SoundCloud | My Tumblr | My Deviant Art | My youTube | My Facebook | My Twitter | Dilectio Blogger Template